Equity World | Daya Beli Konsumen Meningkat, Wall Street Ditutup Menguat

Equity World | Daya Beli Konsumen Meningkat, Wall Street Ditutup Menguat

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir naik pada perdagangan Rabu waktu setempat. Hal tersebut karena pendapatan yang optimis dari pengecer menunjukkan peningkatan permintaan konsumen AS.

Pengeluaran konsumen di AS membantu mencegah kekhawatiran akan terjadinya resesi. Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi naik karena kurva imbal hasil antara Treasury 2-tahun dan 10-tahun dibalik secara singkat pekan lalu. Meskipun kurva imbal hasil berbalik lagi secara singkat pada hari Rabu, itu berdampak kecil pada saham saat ini.

"Selama kita memiliki lingkungan yang sehat dalam pekerjaan yang kita miliki saat ini, akan sangat sulit untuk menggoyahkan kepercayaan orang," kata Kepala Strategi Pasar TD Ameritrade JJ Kinahan.

"Pada akhirnya, jika orang dipekerjakan, mereka akan pergi keluar dan menghabiskan sejumlah uang,” sambungnya, dikutip dari Reuters, Kamis (23/8/2019).

 

Equity World


Penjualan Turun, Peritel Mulai Rasakan Ekonomi Lesu | Equity World

 

Saham bergerak lebih tinggi mengikuti hasil yang lebih baik seperti Target Corp (TGT.N) dan Lowe's Cos Inc (LOW.N). Target melonjak 20,4% setelah pengecer big-box menaikkan perkiraan pendapatan tahunannya. Saham Lowe naik 10,4% setelah rantai perbaikan rumah mengalahkan estimasi laba.

Adapun indeks Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 240,29 poin atau 0,93%, menjadi 26.202,73, S&P 500 .SPX naik 23,92 poin, atau 0,82%, menjadi 2.924,43 dan Nasdaq Composite menambahkan 71,65 poin, atau 0,90%, menjadi 8.020,21.

Selain itu, kenaikan Wall Street tertahan setelah beberapa menit pertemuan Federal Reserve bulan lalu menunjukkan para pembuat kebijakan telah memperdebatkan penurunan suku bunga yang lebih agresif.

Equity World | Wall Street Berakhir Lesu Akibat Kekhawatiran Resesi Ekonomi

Equity World | Wall Street Berakhir Lesu Akibat Kekhawatiran Resesi Ekonomi

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Hal tersebut karena investor mempertimbangkan laporan laba perusahaan dan kekhawatiran kemungkinan resesi ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 173,35 poin atau 0,66%, menjadi berakhir di 25.962,44 poin. Sementara, Indeks S&P 500 berkurang 23,14 poin atau 0,79%, menjadi ditutup di 2.900,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 54,25 poin atau 0,68%, menjadi 7.948,56 poin.

Home Depot melaporkan pendapatan kuartalan sebesar USD30,8 miliar, naik 1,2% dari periode yang sama tahun lalu, dengan laba bersih per saham dilusian mencapai USD3,17. Menurut data Refinitiv labanya melampaui ekspektasi, pendapatannya jauh dari perkiraan.

Pekan lalu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun secara singkat turun di bawah imbal hasil surat utang pemerintah bertenor 2-tahun. Inversi kurva imbal hasil sering dilihat sebagai sinyal bahwa resesi akan segera terjadi.


Equity World

 

Gedung Putih Bantah Stimulus, Wall Street Dibuka Terjerembab | Equity World


Pada akhir Juli, kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi dan perdagangan global mendorong Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan 2008.

Ekonom pemenang Nobel Robert Shiller mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Selasa (20/8/2019) bahwa langkah bank sentral untuk memangkas suku bunga menunjukkan rasa waspada. Demikian dikutip dari Antaranews, Rabu (21/8/2019).

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor keuangan dan material masing-masing turun 1,4% dan 1,22%, merupakan dua pencatat penurunan terbesar.

Equity World | Wall Street turun menjelang rilis notulen rapat The Fed & pertemuan Jackson Hole

Equity World | Wall Street turun menjelang rilis notulen rapat The Fed & pertemuan Jackson Hole

Equity World | Kenaikan Wall Street selama tiga hari berturut-turut terhenti menjelang rilis notulen rapat Federal Reserve pada hari ini. Selasa (20/8), Dow Jones Industrial Average turun 0,66% ke 25.962,44.

Indeks S&P 500 turun 0,79% ke 2.900,51. Nasdaq Composite pun melemah 0,68% ke 7.948,56. Seluruh indeks saham bursa Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan kemarin.

Selain menunggu rilis catatan rapat bank sentral AS bulan lalu, pasar saham pun menunggu kabar dari simposium The Fed. Gubernur The Fed Jerome Powell akan berbicara di konferensi bankir The Fed di Jackson Hole.

Para investor menganggap, Powell akan mencuatkan sinyal kebijakan moneter The Fed selanjutnya. "Semua orang sekarang tengah menunggu Jackson Hole sehingga pasar cenderung wait and see hingga Jumat," kata Jim Awad, senior managing director Clearstead Advisors kepada Reuters.

The Fed menjadi pusat perhatian di tengah pertumbuhan ekonomi AS yang moderat dan perang dagang AS-China yang menekan keyakinan bisnis.

Equity World


Wall Street Merah, Bursa Asia Dibuka Loyo | Equity World


Kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan, dia berencana memangkas pajak penghasilan dan pajak capital gain. Sejumlah investor melihat, upaya ini ditambah dengan penurunan suku bunga The Fed akan menandakan keyakinan yang goyah terhadap ekonomi AS.

"Hal ini menambah persepsi bahwa ada kekhawatiran," kata Quincy Krosby, chief market strategist Prudential Financial kepada Reuters.

Kemarin, harga saham Netflix Inc turun 3,4% setelah Walt Disney Co mengumumkan layanan streaming yang akan meluncur di Kanada dan Belanda bulan November. Sedangkan harga saham Facebook Inc turun 1,3% setelah perusahaan media sosial ini mengubah kebijakan untuk mengizinkan pengguna melihat dan mengontrol data yang dibagi oleh website dan aplikasi lain di Facebook untuk meningkatkan iklan. Bloomberg pun melaporkan bahwa mata uang digital milik Facebook, Libra menghadapi peninjauan antimonopoli di Uni Eropa.

Equityworld Futures | IHSG Meradang ke Posisi 6.295

Equityworld Futures | IHSG Meradang ke Posisi 6.295

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/8) sore. Indeks saham turun tipis 0,97 poin atau 0,01 persen dibandingkan hari sebelumnya.

RTI Infokom mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp8,55 triliun dengan volume 15,23 miliar saham. Sementara, pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp286,70 miliar.

Pada penutupan kali ini, 164 saham bergerak menguat, 242 turun, dan 137 lainnya tidak bergerak. Indeks sektoral bergerak mayoritas melemah dengan sektor agrikultur melemah paling dalam sebesar 1,3 persen.


Equityworld Futures

 

Saham Asia menguat lebih tinggi karena Tiongkok memulai suku bunga pinjaman baru | Equityworld Futures


Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada pukul 16.20 WIB turun 0,18 persen ke posisi Rp14.260 per dolar AS. Sejak pagi, rupiah bergerak dalam rentang Rp14.237-Rp14.235 per dolar AS.

Indeks saham Asia bergerak variatif. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang naik 0,05 persen dan Kospi Index di Korea Selatan naik 1,05 persen. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,23 persen.

Tak jauh berbeda, indeks saham di Eropa juga bergerak variatif. Indeks DAX di Jerman turun 0,06 persen. Sedangkan CAC All-Tredable di Perancis naik 0,02 persen, dan FTSE100 di Inggris naik 0,25 persen.

 

Equityworld Futures | Pasar Asia Menguat, Harapan Stimulus Surutkan Bayangan Resesi

Equityworld Futures | Pasar Asia Menguat, Harapan Stimulus Surutkan Bayangan Resesi


Equityworld Futures | Pasar Asia Menguat, Harapan Stimulus Surutkan Bayangan Resesi
Pasar Saham49 menit yang lalu (20/08/2019 16:42)

Bursa saham Asia melanjutkan penguatan Selasa (20/08) pagi dalam harapan kebijakan stimulus di negara-negara besar mengurangi kecemasan terhadap bayang resesi global, meningkatkan aset berisiko dan menarik uang keluar dari safe-haven seperti obligasi dan emas.


Equityworld Futures

Turun Tipis, IHSG Ditutup Stagnan di Level 6.295 | Equityworld Futures


Indeks MSCI dari saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang, seperti diwartakan Reuters Selasa (20/08), meningkat 0,31%, sedangkan Nikkei Jepang naik 0,45%. Situasi baik ini membantu penguatan reli di Wall Street semalam, di mana S&P 500 melesat 1,21%.

Saham-saham di Cina dan Hong Kong dibuka melemah dan berayun keluar-masuk dari wilayah negatif setelah Cina hanya sedikit menurunkan suku bunga pinjaman dalam publikasi pertama dari patokan baru itu sejak melakukan reformasi suku bunga baru yang diumumkan Sabtu silam.

Equityworld Futures | Bursa Sore: Pergerakan IHSG Berakhir Mendatar

Equityworld Futures | Bursa Sore: Pergerakan IHSG Berakhir Mendatar

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir flat di akhir sesi pada perdagangan hari Selasa (20/8). Indeks melandai ke level 6.295 setelah fluktuatif sepanjang sesi.
Indeks LQ45 -0,15% ke 982. Indeks IDX30 -0,07% ke level 537. IDX80 -0,13% ke 139. Indeks JII +0,75% ke posisi 680. Indeks Kompas100 -0,04% ke 1.273. Indeks Sri Kehati -0,04 persen ke 391 dan Indeks SMInfra18 -0,53 persen ke level 337.
Pelaku pasar saham domestik masih bersikap hati-hati menyusul aksi rusuh yang melanda Papua dan Papua Barat. Sementara pasar saham regional berakhir mixed setelah sempat menguat di sesi pagi.
Saham-saham teraktif: BBRI
, MDKA
, MCOR
, PGAS
, TLKM
, MNCN
, ERAA
.
Saham-saham top gainers LQ45: TPIA
, ICBP
, TLKM
, CTRA
, WIKA
, UNVR
, INDF
.
Saham-saham top losers LQ45: SMGR
, ITMG
, INTP
, INDY
, BBCA
, PTPP
, WSKT
.
Equityworld Futures


Gagal Balik Arah, IHSG Turun Tipis ke 6.295 | Equityworld Futures


Nilai transaksi mencapai Rp8,55 triliun. Volume trading sebanyak 152,34 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp286,70 miliar.
Nilai tukar rupiah drop -1,18% di level Rp14.255 terhadap USD (04.00 pm).
Bursa Asia
Pasar saham Asia mixed pada perdagangan hari Selasa (20/8) seiring harapan banyak stimulus ekonomi meredam ketakutan akan resesi ekonomi global. Hal ini mendorong aset lebih berisiko serta menarik aliran dana dari safe haven.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak naik sebesar 0,35 persen.
"Ada harapan pelonggaran moneter banyak negara di dunia dan ini melindungi pasar terhadap ketidakpastian belakangan ini," ujar Masayuki Kichikawa, Analis Sumitomo Mitsui Asset Management Co seperti dikutip Reuters.
Kata dia, China telah bersiap dengan banyak hal untuk ekonominya. Jerman terdengar mendorong lebih banyak belanja fiskal. "Bank sentral tidak punya pilihan selain melonggarkan moneter. Pertanyaan tersisa adalah apakah yang akan muncul dari kebijakan fiskal," tambaha Masayuki.
Bursa saham China variatif pada akhir sesi. Indeks Shenzhen Component flat ke posisi 9.328. Indeks Shenzhen Composite juga menguat sebesar 0,137 persen di level 1.574.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 di zona hijau saat sesi akhir. Indeks Topix naik 0,83 persen menuju ke 1.506.
Pergerakan positif juga terjadi di bursa Australia. Indeks S&P/ASX200 menguat 1,2 persen di 6.545 dengan dukungan penguatan seluruh sektor saham. Indeks Kospi di pasar saham Korsel menguat 1,05 persen berujung pada 1.960.
Sedangkan Indeks Hang Seng berubah arah ke zona merah pada perdagangan sesi sore. Saham HSBC melorot 1,21 persen.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melaju ke level 98,385 dibandingkan sesi pekan kemarin pada posisi 97,5. Nilai tukar yen naik tipis ke posisi 106,46 terhadap USD dibanding posisi awal sesi di level 106,68. Dolar Australia meningkat ke posisi $0,6779 dibanding sesi awal di level $0,6751.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,55% ke level 20.677.
Indeks Shanghai (China) -0,11% ke level 2.880.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,23% pada level 26.231.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,31% pada level 3.138.
Bursa Eropa
Market saham Eropa mixed saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (20/8) pagi waktu setempat seiring harapan terhadap kebijakan stimulus moneter meredam kecemasan investor atas resesi yang muncul segera.
Indeks DAX (Jerman) +0,16 persen ke posisi 11.733.
Indeks FTSE (Inggris) +0,40 persen pada level 7.218.
Indeks CAC (Perancis) +0,19 persen di posisi 5.318.
Minyak
Harga minyak variatif saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (20/8) di tengah optimisme bahwa konflik dagang AS vs China akan reda serta harapan negara-negara besar dalam perekonomian akan merilis kebijakan stimulus guna menangkal perlambatan ekonomi. Kelesuan ekonomi memungkinkan demand terhadap oil menjadi tertekan.
Minyak Brent naik 8 sen ke harga USD 59,82 per barel (06:52 GMT). Minyak WTI naik 9 sen ke harga USD 56,30 per barel.

Equityworld Futures | Tersengat Bara Perang Dagang, Bursa Asia Berguguran

Equityworld Futures | Tersengat Bara Perang Dagang, Bursa Asia Berguguran

Equityworld Futures | Bursa saham utama Benua Kuning berguguran pada hari ini, Jumat (16/8/2019). Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei melemah 0,12%, indeks Shanghai turun tipis 0,03%, indeks Hang Seng juga jatuh 0,48%, indeks Straits Times ambruk 1,06%, dan indeks Kospi berkurang 0,81%.

Memanasnya perang dagang AS-China menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning.

Kemarin sore (15/8/2019), Kementerian Keuangan China mengatakan bahwa pihaknya harus mengambil langkah balasan guna merespons rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan bea masuk senilai 10% bagi produk impor asal China yang hingga kini belum terdampak perang dagang.

Itikat baik dari AS ternyata tak digubris oleh China. Seperti yang diketahui, pada hari Selasa (13/8/2019) Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan "kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya", dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.


Equityworld Futures


Bursa Saham Asia di Jalur Negatif | Equityworld Futures

 

Sejatinya, China kemudian mengeluarkan pernyataan yang relatif adem. Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan optimisme bahwa kedua belah pihak bisa menemukan solusi untuk perang dagang kedua negara yang sudah berlangsung begitu lama.

"Dengan dasar kesetaraan dan rasa saling menghormati, kita dapat menemukan solusi yang saling menguntungkan melalui dialog dan konsultasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, dilansir dari CNBC International.

Namun, pelaku pasar sudah dibuat kelewat takut bahwa China akan segera meluncurkan serangan balasan terhadap AS.

Pada pukul 15:30 WB, pembacaan kedua atas angka pertumbuhan ekonomi Hong Kong periode kuartal II-2019 akan dirilis.