Equityworld Futures | Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berusaha Bertahan di Atas 6.500

Equityworld Futures | Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berusaha Bertahan di Atas 6.500

Equityworld Futures | Mengawali pekan ini, Senin (22/4), bursa saham Asia dibuka variatif, setelah sebagian besar bursa saham dunia tutup karena libur panjang akhir pekan, merayakan Paskah. Bursa saham Australia dan Hongkong hari ini masih tutup.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks Nikkei 225, Jepang sebesar 0,2% dan indeks Topix melorot 0,33%, pada awal sesi perdagangan. Saham Softbank dan Group dan Fanuc anjlok 1%. Indeks berlanjut menguat 0,26% (58,60 poin) menjadi 22.259,16 pada pukul 8.00 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan, bergerak naik 0,41% ke level 2.225,25, setelah dibuka menguat 0,14% ditopang kenaikan harga saham Samsung Electronic sebesar 0,88%. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,25% menjadi 3.278,82 pada pukul 8:40 WIB.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham acuan yang bervariasi di bursa Asia, setelah mengakhir pekan lalu dengan kenaikan 0,40% ke level 6.507,22. Investor asing membukukan net buy Rp1,43 triliun.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan terkatrol oleh sentimen positif hasil pemilihan presiden (pilpres) dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikatorr pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pergerakan bearish menuju area jenuh beli, namun berusaha bertahan di atas level 6.500.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, berjalan lancarnya hajatan politik pilpres dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya indeks bursa global ditopang positifnya laporan kinerja keuangan sejumlah emiten, sertasolidnya data penjualan ritel di Amerika pada bulan Maret diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatandengan rentang support di level 6.450 dan resistance di 6.560.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham : PWON
(Buy, Support: Rp725, Resist: Rp755), TINS
(Buy, Support: Rp1.325, Resist: Rp1.405), PPRO
(Buy, Support: Rp145, Resist: Rp157), AKRA
(Buy, Support: Rp4.650, Resist : Rp4.850).
ETF : XPLQ
(Buy, Support: Rp546, Resist: Rp552), XIIT
(Buy, Support: Rp572, Resist: Rp580), XIC (Buy, Support: Rp1.158, Resist: Rp1.177).


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pekan lalu berakhir di zona hijau, pada penutupan sebelum libur Paskah, Kamis (18/4), didukung solidnya rilis sebagian besar laporan keuangan emiten yang dirilis hari itu. Data penjualan ritel AS periode Maret naik 1,6% menjadi USD514,1 miliar, antara lain berkat pertumbuhan penjualan mobil yang diperkirakan mencapai 0,9%. Menurut FactSet, lebih dari 78% emiten S&P 500 telah melaporkaan keuangan dengan melebihi ekspektasi.
Saham American Express, Honeywell International dan Union Pacific naik, setelah mencatatkan penguatan kinerja keuangannya, sedangkan Alcoa dan Schlumberger melemah. Perusahaan penyedia layanan discovery visual, Pinterest dan perusahaan video conferencing, Zoom, memulai debutnya dengan melambung hampir 30% dan 72,2% setelah IPO. Indeks Dow Jones dan Nasdaq Compiste naik 0,6% dan 0,2%, namun S&P 500 turun 0,1% dibanding pekan sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average naik 0,42% (110 poin) menjadi 26.559,54.
S&P 500 menguat 0,16% (4,58 poin) di posisi 2.905,03.
Nasdaq Composite sedikit bertambah 0,02% (1,98 poin) di level 7.998,06.


Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,745 menjadi USD26,67.
Bursa saham utama Eropa pekan lalu juga berakhir Kamis ((18/4) dengan membukukan kenaikan, investor mengabaikan data zona euro yang lemah dan mengalihkan fokus pada laporan keuangan tebaru sejumlah emiten. Indeks STOXX naik 0,22% menjadi 390,46, raksasa produk konsumsi Unilever, dan emiten manajemen energi, Schneider Electric, memimpin kenaikan dengan mencatatkan lonjakan harga saham sekitar 3% setlah melaporkan kinerja keuangan yang melebihi ekspektasi.
Rilis data manufaktur Jerman yang berada di bawah ekspektasi, dan penurunan output manufaktur Prancis. Indeks PMI zona euro juga tercatat di bawah perkiraan, memicu kekhawatiran perlambatan di wilayah tersebut. Euro jatuh ke level terendah satu pekan terhadap dolar setelah angka itu dirilis.

DAX 30 Frankfurt naik 0,57% (69,32 poin) ke level 12.222,39.
CAC 40 Paris bertambah 0,31% (17,29 poin) menjadi 5.580,38.
FTSE 100 London menyusut 0,15% (-11,44 poin) di posisi 7.459,88.


Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York hingga Kamis (18/4) pekan lalu, berakhir menguat, terutama terhadap euro didukung rilis data ekonomi AS yang cukup kuat sedangkan euro terbebani aktivitas manufaktur Eropa yang lemah. Data penjualan ritel AS periode Maret meningkat ke level tertinggi dalam satu setengah tahun, karena rumah tangga banyak membeli kendaraan bermotor dan berbagai barang lainnya, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi menggeliat pada kuartal pertama. Jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam hampir 50 tahun pada pekan lalu.
Sebaliknya, data aktivitas sektor manufaktur Jerman periode April menyusut selama empat bulan berturut-turut, dan survei output produksi Prancis mengindikasikan penurunan. Purchasing Managers Index (PMI) Zona Euro dari IHS Markit turun dari 51,6 pada Maret menjadi 51,3 di April, terendah dalam tiga bulan. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,46% menjadi 97,456. Namun pada penutupan pasar Asia, Jumat (19/4), indeks dolar melemah 0,10% menjadi USD97,378.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1245 0.0015 +0.13% 4/19/2019
Poundsterling (GBP-USD) 1.2993 0.0002 0.02% 4/19/2019
Yen (USD-JPY) 111.92 -0.05 -0.04% 4/19/2019
Yuan (USD-CNY) 6.7042 -0.0048 -0.07% 4/19/2019
Rupiah (USD-IDR) 14,044.50 -40.50 -0.29% 4/18/2019

Sumber : Bloomberg.com
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat. Data Joint Organizations Data Initiative ( JODI ) menunjukkan, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Februari turun 277.000 barel dari bulan sebelumnya menjadi di bawah 7 juta barel per hari. Data Badan Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan, stok minyak mentah, bensin, dan produk penyulingan AS menyusut pada pekan lalu. Stok minyak mentah turun tak terduga, pertama kali dalam empat pekan.
Baker Hughes melaporkan perusahaan energi AS memangkas pengoperasian rig pengeboran minyak, sebanyak 8 unit, untuk pertama kalinya dalam tiga pekan karena perkiraan pertumbuhan produksi shale-oil terus menyusut. Harga minyak Brent mencatatkan kenaikan mingguan 0,6%, kenaikan mingguan keempat berturut-turut. WTI hanya naik di bawah 0,2% untuk pekan ini, namun mencatatkan penguatan mingguan ketujuh berturut-turut.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 35 sen menjadi USD71,97 per barel.
Harga minyak mentah berjangka WTI naik 24 sen menjadi USD64,00 per barel.

IHSG Diproyeksi Rem Penguatan Hari Ini | Equityworld Futures


Equityworld Futures


Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange hingga Kamis pekan lalu bertahan di dekat level terendah empat bulan, tertekan oleh apresiassi dolar AS. Harga emas semapt terpuruk ke level terendah sejak akhir Desember, USD1.270,63 per ounce pada awal sesi. Sepanjang pekan lalu, harga emas turun lebih dari 1%, di jalur penurunan mingguan keempat beruntun. Harga perak turun 0,1% menjadi USD14,99 per ounce, platinum naik 1,5% menjadi USD896,18 per ounce, palladium naik 0,7% menjadi USD1.411,08 per ounce.

Harga emas di pasar spot bergerak mendatar di posisi USD1.274,16 per ounce.
Harga emas berjangka turun 0,1% menjadi USD1.276 per ounce.

Equityworld Futures | Data Ekonomi China Kinclong, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Data Ekonomi China Kinclong, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan hari ini di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,25%, indeks Shanghai naik 0,29%, dan indeks Straits Times naik 0,5%.

Kinclongnya data ekonomi yang dirilis di China pada hari ini sukses mendorong investor untuk melakukan aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Untuk periode kuartal-I 2019, pertumbuhan ekonomi diumumkan di level 6,4% YoY, mengalahkan konsensus yang sebesar 6,3% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics.


Kemudian, produksi industri periode Maret 2019 diumumkan tumbuh 8,5% secara tahunan, di atas konsensus yang sebesar 5,9%, seperti dilansir dari Trading Economics. Terakhir, penjualan barang-barang ritel untuk bulan yang sama melesat hingga 8,7% secara tahunan, juga di atas konsensus yang sebesar 8,4%, dilansir dari Trading Economics.

Lantas, kekhawatiran bahwa perekonomian China akan mengalami hard landing pada tahun ini menjadi mereda. Sebagai informasi, belum lama ini pemerintah China resmi memangkas target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019 menjadi 6%-6,5%. Sebelumnya, target pertumbuhan ekonomi tahun 2019 dipatok di kisaran 6,5%. Pada tahun 2018, perekonomian China tumbuh hingga 6,6%.

Bursa Saham Asia Terkoreksi, Ada Apa Gerangan? | Equityworld Futures


Equityworld Futures

Jika yang tercapai adalah pertumbuhan ekonomi di batas bawah, maka perekonomian China dapat dikatakan mengalami hard landing.

Kala perekonomian China berada dalam posisi yang kuat seperti yang ditunjukkan oleh berbagai data ekonomi yang dirilis pada hari ini, tentulah perekonomian dunia juga akan ikut merasakan dampak positifnya, mengingat posisi China selaku negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di dunia.

Equityworld Futures | Pasar Saham Asia Menghijau, IHSG Kokoh Siang Ini

Equityworld Futures | Pasar Saham Asia Menghijau, IHSG Kokoh Siang Ini

Equityworld Futures | Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (16/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,18 persen atau 11,86 poin ke level 6.447,01 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (15/4), IHSG berakhir dengan penguatan 0,46 persen atau 29,28 poin di level 6.435,15.

Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,09 persen atau 5,57 poin di level 6.440,72 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.438,40 – 6.455,97.

Sebanyak enam dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor infrastruktur (+0,53 persen) dan industri dasar (+0,50 persen). Tiga sektor lainnya menetap di zona merah, dipimpin pertanian yang turun 0,18 persen.

Sebanyak 195 saham menguat, 157 saham melemah, dan 280 saham stagnan dari 632 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 1,70 persen dan 0,81 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG siang ini.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia mayoritas ikut bergerak positif siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,19 persen), indeks PSEi Filipina (+0,77 persen), dan indeks Nikkei 225 Jepang (+0,27 persen).

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong berhasil membalik pelemahannya pagi tadi dan naik 0,57 persen, diikuti indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China yang masing-masing menguat 1,18 persen dan 1,37 persen pada pukul 12.05 WIB.

Semua Mata Tertuju ke China, Bursa Saham Asia Dibuka Melemah | Equityworld Futures


Equityworld Futures


Pasar saham China berhasil berbalik menguat didongkrak rilis data harga rumah baru untuk Maret yang menunjukkan kenaikan. Hasil ini menambah harapan atas dampak langkah stimulus pemerintah China guna mendorong perekonomian.

Menurut perhitungan Reuters dari data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) China pada hari ini, Selasa (16/4), harga rata-rata rumah baru di 70 kota besar di China naik 0,6 persen pada Maret.

Adapun secara tahunan, harga rumah naik 10,6 persen pada bulan Maret, kenaikan tertinggi sejak April 2017 juga lebih tinggi dari kenaikan 10,4 persen pada bulan Februari.

Harga rumah yang lebih kuat tersebut menambah harapan hasil yang positif untuk data ekonomi pada Rabu (17/4), ketika China dijadwalkan merilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertamanya.

Equityworld Futures | Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

Equityworld Futures | Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

Equityworld Futures | Bursa saham utama kawasan Asia kompak dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei naik 1,15%, indeks Shanghai naik 1,41%, indeks Hang Seng naik 0,7%, indeks Straits Times naik 0,29%, dan indeks Kospi naik 0,4%.

Bursa saham Benua Kuning berhasil mengikuti jejak Wall Street yang menghijau pada hari Jumat (12/4/2019): indeks Dow Jones naik 1,03%, indeks S&P 500 naik 0,66%, dan indeks Nasdaq Composite naik 0,46%.

Kinclongnya kinerja keuangan JPMorgan Chase yang merupakan salah satu bank terbesar di AS membuat aksi beli dilakukan investor di bursa saham Negeri Paman Sam.


Pada kuartal I-2019, JPMorgan Chase membukukan pendapatan senilai US$ 29,85 miliar, naik 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini lebih baik ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters yang memperkirakan pendapatan di angka US$ 28,44 miliar.

Sementara itu, laba per saham berada di angka US$ 2,65, lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2018 yang sebesar US$ 2,37.

Harga saham JP Morgan Chase melonjak 4,69% ke level US$ 111,21/unit, titik tertinggi sejak 3 Desember 2018 silam.


IHSG Berakhir Menguat ke Level 6.435, Bursa Asia Mixed | Equityworld Futures


Equityworld Futures


Lebih lanjut, optimisme yang mewarnai perekonomian China ikut memantik aksi beli di bursa saham regional. Pada hari Rabu mendatang (17/4/2019), angka pertumbuhan ekonomi China periode kuartal-I 2019 akan dirilis.

Melansir Bloomberg, perekonomian China diperkirakan tumbuh sebesar 6,3% (annualized). Jika ini benar yang terjadi, maka pertumbuhan ekonomi China akan berada di kisaran tengah dari rentang yang ditetapkan pemerintahnya yakni 6%-6,5%, sekaligus memberikan harapan bahwa perekonomian China tak akan mengalami hard landing pada tahun ini.

Sebagai informasi, perekonomian China tumbuh hingga 6,6% pada tahun lalu.

Equityworld Futures | IHSG Kamis Pagi Melemah 0,69% ke 6437; Bursa Asia juga Kembali Terseok

Equityworld Futures | IHSG Kamis Pagi Melemah 0,69% ke 6437; Bursa Asia juga Kembali Terseok

Equityworld Futures | Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kamis pagi ini (11/04) terpantau melemah 0,63% atau -40,662 poin ke level 6.437,815 setelah dibuka turun ke level 6.468,256. IHSG ikut terseret sentimen bursa kawasan Asia yang pagi ini umumnya melemah di tengah bursa regional yang melemah sembari memerhatikan arah pasar dengan adanya kesepakatan baru untuk penundaan Brexit.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau terkoreksi terbatas 0,07% ke level Rp 14.160, dengan dollar AS di pasar uang Asia melemah di 2 minggu terendahnya melanjutkan loss di sesi global sebelumnya oleh rilis minutes dari the Fed yang menegaskan kebijakan yang dovish. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.150.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun 10,070 poin atau 0,16% ke levelb 6.468,256. Indeks LQ45 turun 2,446 poin atau 0,24% ke level 1.021,682. Pagi ini IHSG terpantau melemah 0,63% atau -40,662 poin ke level 6.437,815. Sementara LQ45 terlihat turun 0.99% atau 10,165 poin ke level 1013,963.

Tercatat sementara ini sebanyak 136 saham naik, 203 saham turun dan 128 saham stagnan.


Meski Dovish, The Fed Masih Bisa Naikkan Bunga di 2019! | Equityworld Futures


Equityworld Futures

Sementara itu, bursa Wall Street yang berakhir pada Kamis subuh terpantau menguat sementara investor melihat dari risalah rapat the Fed bahwa tidak akan ada kenaikan bunga lagi tahun ini. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat umumnya melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang melorot 0,09% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,95%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan di area konsolidasinya dengan bias negatif, nampaknya ini menjelang momentum pilpres, sementara bursa regional Asia melemah juga sembari memerhatikan arah pasar dengan adanya kesepakatan pembicaraan Brexit. Berikutnya IHSG kemungkinan masih di seputar fase konsolidasi, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.537 dan 6.581. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.339, dan bila tembus ke level 6.302.

Equityworld Futures | Prediksi IMF dan tarif impor AS-Eropa menekan bursa Asia ke zona merah

Equityworld Futures | Prediksi IMF dan tarif impor AS-Eropa menekan bursa Asia ke zona merah

Equityworld Futures | Bursa Asia terkoreksi di pertengahan pekan ini. Rabu (10/4) pukul 8.25 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,67% ke 21.658. Hang Seng turun 0,35% ke 3.005.

Indeks Taiex tergerus 0,10% ke 10.840. Indeks Kospi turun 0,17% ke 2.210. Indeks Straits Times turun 0,14% dan FTSE Malaysia turun 0,09%. Indeks bursa Australia, ASX 200 turun tipis 0,02% ke 6.220.

Pemangkasan prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,5% menjadi 3,3% oleh IMF menjadi salah satu pemberat bursa saham. "Selisih antara penguatan pasar saham dan perlambatan ekonomi riil makin melebar," kata Norihiro Fujito, chief investment strategist Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities kepada Reuters.

Di sisi lain, sinyal perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Eropa mulai muncul dengan ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif impor untuk US$ 11 miliar produk Uni Eropa.

Serangan AS ini mencuat setelah negosiasi dagang AS dan China dalam proses penyelesaian. Negosiasi dagang AS dengan dua negara tetangga, Meksiko dan Kanada pun masih dalam proses.

 

Equityworld Futures

Mengekor Bursa Asia, IHSG Dibuka Negatif | Equityworld Futures


Hari ini, Jepang merilis data pesanan mesin bulan Februari yang naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Permintaan mesin berasal dari sektor energi dan telekomunikasi. Pesanan mesin inti naik 1,8% secara bulanan dari Januari lalu yang masih turun 5,4%. "

Tapi, kenaikan pesanan ini masih lebih rendah daripada median prediksi polling Reuters di angka 2,5%. "Rebound pesanan mesin ini tidak sekuat dugaan dan korporasi masih hati-hati karena rencana bisnis mereka akan tergantung pada ekonomi global," imbuh Shuji Tonouchi, senior market economist Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities.

Equityworld Futures | Investor Wait & See, Bursa Saham Asia Ditutup Bervariatif

Equityworld Futures | Investor Wait & See, Bursa Saham Asia Ditutup Bervariatif

Equityworld Futures | Bursa saham utama kawasan Asia ditutup bervariatif pada perdagangan awal pekan, Senin (8/4/2019).

Mayoritas indeks Benua Kuning ada yang dilanda aksi ambil untung (profit taking), ada yang relatif stagnan, dan ada juga yang masih kokoh melanjutkan reli. Indeks Straits Times turun 0,22%, indeks Nikkei melemah 0,21%, dan indeks Shanghai terkoreksi tipis 0,05%, indeks Kospi menguat 0,04%, lalu indeks Hang Seng melesat 0,47%.

Indeks acuan Negeri Singapura dan Jepang tidak dapat lagi mengelak dari aksi profit taking karena selama sepakan telah menguat cukup signifikan. Pekan lalu, indeks Straits Times naik 3,42% dan indeks Nikkei menguat 2,84%.


Di lain pihak, sikap wait and see ditunjukkan pelaku pasar karena menunggu kabar lanjutan negosiasi dagang AS dan China serta rilis data ekonomi pekan ini dari kedua negara.

Sepanjang pekan lalu, perwakilan dagang antara kedua negara menggelar negoasiasi selama 3 hari di Washington yang merupakan lanjutan diskusi 2 pekan lalu di Beijing.

CCTV (televisi pemerintah China) melaporkan bahwa kedua negara telah mencapai kemajuan yang penting. Salah satunya adalah diskusi seputar rancangan teks perjanjian damai dagang AS-China yang meliputi transfer teknologi, hak atas kekayaan intelektual, jasa, pertanian, neraca perdagangan, dan sebagainya.


Mayoritas Bursa Saham Asia Dibuka Menghijau, Kecuali... | Equityworld Futures


Equityworld Futures


Presiden China Xi Jinping melalui sebuah pesan yang dititipkan kepada Liu He mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kedua belah pihak telah mencapai perkembangan yang baru dan substansial terkait dengan isu-isu penting bidang perdagangan dalam sebulan terakhir, dilansir Reuters.

Lebih lanjut, beberapa investor memilih posisi bertahan sambil menunggu rilis data perdagangan Negeri Panda untuk bulan Maret, indeks sentimen konsumen AS yang dirilis oleh Universitas Michigan, serta rilis notulensi rapat komite kebijakan Bank Sentral AS (FOMC).