Equityworld Futures | Perang Dagang Hingga Data Ekonomi Bawa Bursa Saham Asia Jatuh

Equityworld Futures | Perang Dagang Hingga Data Ekonomi Bawa Bursa Saham Asia Jatuh

Equityworld Futures | Bursa saham utama kawasan Asia dibuka di zona merah pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei turun 0,42%, indeks Shanghai turun 0,1%, indeks Hang Seng turun 0,42%, dan indeks Straits Times turun 0,21%.

Bara perang dagang AS-China yang masih panas memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. China murka dengan langkah AS yang membatasi ruang gerak Huawei.

Seperti yang diketahui, pada pekan lalu Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional di sektor teknologi melalui sebuah perintah eksekutif. Dengan aturan itu, Menteri Perdagangan Wilbur Ross menjadi memiliki wewenang untuk memblokir transaksi dalam bidang teknologi informasi atau komunikasi yang menimbulkan risiko bagi keamanan nasional AS.


Bersamaan kebijakan ini, Huawei Technologies dan 70 entitas terafiliasi dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dilarang membeli perangkat dan komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

"Saya tidak tahu kesepakatan seperti apa yang diinginkan AS. Mungkin mereka punya ekspektasi sendiri, tetapi itu bukan kesepakatan yang kami inginkan. AS berusaha mencapai kepentingan yang tidak masuk akal dengan menekan kami. Cara seperti ini tidak akan berhasil," papar Lu Kang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, dilansir Reuters.

Langkah AS justru mengundang rencana balas dendam dari China. Pemerintah menegaskan akan menerapkan kebijakan yang diperlukan untuk menjaga hak-hak perusahaan China. Oleh karena itu, kemungkinan dialog AS-China untuk menuju damai dagang kemungkinan sulit terjadi dalam waktu dekat.

"Sepertinya AS melihat dirinya memiliki kekuatan absolut atas segalanya di dunia sehingga menghalalkan segala cara. China tidak akan menerimanya, begitu pula Huawei," demikian tajuk di China Daily, media terbitan Partai Komunis China, dikutip dari Reuters.

Equityworld Futures


Sudah Dua Hari, Harga Emas Antam Stagnan Rp663 Ribu per Gram | Equityworld Futures


Selain itu, rilis data ekonomi yang mengecewakan ikut memantik aksi jual di bursa saham regional. Pada hari ini, pembacaan akhir untuk angka pertumbuhan ekonomi Singapura periode kuartal-I 2019 diumumkan di level 1,2% secara tahunan, lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 1,3%. Capaian tersebut juga berada di bawah konsensus yang sebesar di 1,5% dan merupakan laju pertumbuhan ekonomi terendah sejak kuartal IV-2015, dilansir Trading Economics.

Perlambatan ekonomi Singapura pada 3 bulan pertama tahun ini terutama disebabkan oleh melemahnya aktifitas industri manufaktur yang mencatatkan kontraksi 0,5% secara tahunan, dari sebelumnya tumbuh 4,6%.

Equity World | Dolar Diburu, Emas Jatuh ke Level Terendah Dua Pekan

Equity World | Dolar Diburu, Emas Jatuh ke Level Terendah Dua Pekan

Equity World | Harga emas jatuh ke level terendah lebih dari dua pekan, Senin siang, karena data ekonomi AS yang kuat mendukung dolar, meningkatkan status safe haven-nya atas emas di tengah ketegangan politik dan perdagangan.
Harga emas di pasar spot secara luas tidak berubah di posisi USD1.276,83 per ounce pada pukul 14.31 WIB, setelah sebelumnya jatuh ke USD1.274,39 per ounce, level terendah sejak 3 Mei, di sesi ini.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat naik 0,1 persen menjadi USD1.276,50 per ounce, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (20/5).
Sentimen konsumen AS melonjak ke level tertinggi 15-tahun pada awal Mei di tengah meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi, menurut data yang dirilis Jumat.
Indeks dolar sedikit lebih tinggi, setelah membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret, pekan lalu, didukung oleh kekhawatiran tentang pemilihan anggota parlemen Eropa.
Ketegangan perdagangan China-AS yang kembali lagi juga mendorong dolar meniru karakteristiknya dari tahun lalu ketika lebih disukai ketimbang emas sebagai lindung nilai safe-haven.
"Permintaan safe-haven dolar AS mengambil sebagian status safe-haven emas," kata Michael McCarthy, Kepala Strategi Pasar CMC Markets.
"Ini adalah waktu yang sulit untuk emas dengan menembus di bawah USD1.290 juga menekannya. Dengan tidak adanya permintaan safe-haven, saya memperkirakan ada tekanan moderat pada harga emas. "

Pelaku pasar ketar-ketir setelah Google mengonfirmasi laporan Reuters yang menyatakan mereka menangguhkan beberapa bisnis dengan raksasa teknologi China, Huawei, yang menjadi ganjalan dalam hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Di Timur Tengah, Iran mendapat peringatan baru dari Presiden Donald Trump yang mencuit bahwa jika negara itu ingin berperang, itu akan menjadi "akhir yang resmi".
Retorika yang memanas itu mengikuti serangan minggu lalu terhadap aset minyak Arab Saudi dan penembakan roket, Minggu, ke "Zona Hijau" Baghdad yang sangat dibentengi, yang meledak di dekat kedutaan Amerika.
"Untuk emas, level USD1.265 merupakan support penting saat ini yang harus dimiliki. Penutupan harian di bawah wilayah itu menyiratkan koreksi yang lebih dalam bisa segera terjadi," kata analis OANDA, Jeffrey Halley.

 

Harga Emas Terus Melemah, Dollar AS Berpeluang Menguat | Equity World

 

Equity World


Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,4 persen menjadi 736,17 ton pada sesi Jumat.
Sejumlah hedge fund dan money manager juga menaikkan net long position mereka di emas COMEX dalam pekan hingga 14 Mei, menurut Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka ( CFTC ) AS, Jumat.
Di antara logam mulia lainnya, perak stabil di posisi USD14,42 per ounce, setelah menyamai level terendah lebih dari lima bulan dari sesi sebelumnya, yakni USD14,35.
Platinum melonjak hampir satu persen menjadi USD821,45 per ounce, setelah jatuh ke posisi USD812,50 per ounce, level terendah sejak 11 Maret, di sesi sebelumnya.
Palladium naik 0,4 persen menjadi USD1.315,05 per ounce. Logam yang digunakan dalam catalytic converters pada sistem pembuangan mobil itu kehilangan hampir 19 persen dari nilainya sejak mencapai rekor tertinggi USD1.620,53 pada Maret.

Equityworld Futures | Ekonom BCA nilai Samurai Bonds punya prospek menarik di tengah ketidakpastian global

Equityworld Futures | Ekonom BCA nilai Samurai Bonds punya prospek menarik di tengah ketidakpastian global

Equityworld Futures | Pemerintah telah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi valas Yen Jepang atau Samurai Bonds senilai JPY 177 miliar pada Kamis (16/5). Instrumen ini diyakini memiliki prospek yang menarik bagi para investor global.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, walau risiko global tengah meningkat, penerbitan Samurai Bonds tetap bisa mendatangkan manfaat bagi pemerintah maupun investor yang berminat.

Pasalnya, instrumen ini diganjar dengan peringkat yang cukup positif dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional. Mulai dari Baa2 dari Moody’s, BBB- dari Standard & Poor, hingga BBB dari Fitch Ratings.

Tambahan lagi, Jepang selaku negara tempat Samurai Bonds tersebut diterbitkan juga menaruh kepercayaan yang tinggi pada Indonesia. Terbukti, Japan Credit Rating Agency (JCRA) menaikkan outlook Indonesia dari stabil menjadi positif.

Perolehan rating tersebut tentu mencerminkan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong solid di mata internasional, kendati kondisi perekonomian global kurang stabil belakangan ini. “Risiko gagal bayar untuk obligasi ini nyaris tidak ada,” kata David, hari ini (16/5).

Karena dari sisi peringkat utang sudah cukup terjamin, peminat Samurai Bonds di atas kertas akan melimpah. Samurai Bonds terbaru ini juga memiliki daya tarik dari segi kupon yang ditawarkan.

Dari enam seri yang ditawarkan, seluruhnya memiliki tingkat kupon di area positif. Ambil contoh seri RIJPY0539 yang menawarkan kupon sebesar 1,79% dengan waktu jatuh tempo pada 20 Mei 2039. Menurut David, hal tersebut akan menguntungkan bagi investor asal Jepang yang notabene menjadi sasaran utama penerbitan Samurai Bonds.


Equityworld Futures

 

Perang Dagang Agak Mendingin, Bursa Saham Asia Menghijau | Equityworld Futures


Sebab, suku bunga acuan Bank of Japan saat ini masih di level -0,1% dan sudah bertahan sejak tahun lalu. Belum lagi, sejumlah seri obligasi Jepang juga memiliki yield di level minus atau di bawah satu persen. “Artinya real interest real yang diterima investor Samurai Bonds masih tergolong tinggi,” kata dia.

Hanya memang, di tengah ketidakpastian global, risiko volatilitas harga dan yield Samurai Bonds tentu akan dirasakan oleh para investor. Apalagi, beberapa seri instrumen ini bertenor panjang atau di atas 7 tahun yang cukup rentan terhadap sentimen di pasar sekunder.

“Tapi risiko tersebut masih wajar dan tidak akan mempengaruhi minat investor terhadap Samurai Bonds secara signifikan,” tandas David.

Equityworld Futures | Bara Perang Dagang Mendingin, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Bara Perang Dagang Mendingin, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei naik 0,22%, indeks Shanghai naik 0,66%, dan indeks Hang Seng naik 0,18%.

Mendinginnya bara perang dagang AS-China membuat saham-saham di Benua Kuning menjadi incaran investor.

Setelah seringkali mengeluarkan pernyataan yang keras terhadap China, belakangan justru Presiden AS Donald Trump nampak melunak. Kini, Trump menyebut bahwa perang dagang dengan China hanya merupakan "pertengkaran kecil" serta bersikeras bahwa negosiasi antar 2 negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia tersebut belum putus.


"Kami memiliki sebuah dialog yang sedang berlangsung. Itu akan terus berlanjut," papar Trump di hadapan reporter pada hari hari Selasa (14/5/2019) waktu setempat, dilansir dari Reuters.

Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan China tersebut berlangsung dengan "sangat baik" dan menyebut bahwa hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping "luar biasa".

Sebelumnya, Trump juga sudah mengonfirmasi bahwa dirinya akan bertemu dengan Xi di sela-sela KTT G-20 pada akhir bulan depan di Jepang.


Equityworld Futures

 

Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi | Equityworld Futures


Sekadar mengingatkan, kali terakhir Trump bertemu dengan Xi adalah juga di sela-sela KTT G-20, yakni pada bulan Desember lalu di Argentina. Hasilnya, kedua negara menyepakati gencatan senjata selama 3 bulan di mana keduanya tak akan mengerek bea masuk untuk importasi produk dari masing-masing negara. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang oleh Trump seiring dengan perkembangan negosiasi dagang yang positif.

Dari pihak China, nada positif juga terucap. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada hari Selasa mengatakan bahwa AS dan China telah setuju untuk terus mengusahakan dialog dagang.

"Terkait dengan bagaimana dialog dagang tersebut diusahakan, saya rasa itu tergantung kepada konsultasi lebih lanjut antar kedua belah pihak," kata Geng, dilansir dari Reuters.

Perkembangan yang ada sejauh ini membuat pelaku pasar optimistis bahwa eskalasi perang dagang dapat segera dihentikan.

Equityworld Futures | Menguat, IHSG melawan arus bursa Asia

Equityworld Futures | Menguat, IHSG melawan arus bursa Asia

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melawan arus kenaikan bursa Asia di awal pekan ini. Senin (13/5) pukul 9.07 WIB, IHSG menguat 21 poin atau 0,35% ke 6.230.

Delapan sektor menguat bersama ddengan IHSG di awal perdagangan pagi ini. Sektor infrastruktur menguat 0,67%. Sektor keuangan menanjak 0,66%. Sektor tambang naik 0,45% dan sektor perkebunan naik 0,39%.

Dua sektor yang melemah adalah sektor aneka industri sebesar 0,51% dan sektor industri dasar 0,30%.

Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 2,26%
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) 2,64%
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 2%

Top losers LQ45 terdiri dari:

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) -3,14%
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) -1,08%
PT Astra International Tbk (ASII) -0,70%

Equityworld Futures

 

Lawan Arus Bursa Asia, IHSG Dibuka Menghijau dan Bertahan di Level 6.200 | Equityworld Futures

Investor asing mencatat net buy Rp 11,61 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah BMRI Rp 15,2 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 9,1 miliar, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) Rp 4,8 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah ASII Rp 3,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 2,7 miliar, dan SMGR Rp 3 miliar.

Equityworld Futures | Nantikan Hasil Nego Dagang AS-China, Bursa Jepang Dibuka Naik

Equityworld Futures | Nantikan Hasil Nego Dagang AS-China, Bursa Jepang Dibuka Naik

Equityworld Futures | Bursa Jepang dibuka menguat, Jumat (10/5/2019), ketika para investor menantikan hasil dari perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang tengah berlangsung di Washington.

Indeks acuan Nikkei 225 menguat 0,32% sementara indeks Topix bertambah 0,11% di awal perdagangan.

Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer serta Menteri Keuangan Steven Mnuchin memulai rangkaian perundingan dagang dengan makan malam Kamis waktu setempat. Pertemuan itu terjadi di tengah bayang-bayang kenaikan bea impor terhadap produk China yang mulai berlaku Jumat dini hari.


Equityworld Futures


IHSG ditutup melemah seiring koreksi bursa saham Asia | Equityworld Futures


Dow Jones Industrial Average turun 138,97 poin atau 0,54%, S&P 500 melemah 0,3%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,41% di akhir perdagangan, Kamis.

Dow Jones telah kehilangan lebih dari 650 poin sementara S&P 500 anjlok 2,5% sepanjang pekan ini setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan bea masuk terhadap produk China hari Minggu lalu.

Saham-saham memperkecil pelemahannya, Kamis, setelah Trump mengatakan tercapainya kesepakatan dagang dengan China masih mungkin terjadi pekan ini. Dow Jones sempat terjun bebas 450 poin di perdagangan intraday hari itu.

Equityworld Futures | Ada saham ADHI Hingga PTBA Direkomendasi oleh Broker Hari Ini

Equityworld Futures | Ada saham ADHI Hingga PTBA Direkomendasi oleh Broker Hari Ini

Equityworld Futures | Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di teritori negatif pada perdagangan Rabu (8/5/2019) dengan pelemahan sebesar 0,43% ke level 6.270.20

Performa IHSG senada dengan dengan mayoritas indeks saham utama di bursa Asia yang diperdagangkan di zona merah. Indeks Nikkei 225 anjlok 1,46%, Hang Seng turun 1,23%, Shanghai Composite terkoreksi 1,12%, Kospi minus 0,41%, dan Straits Times berkurang 0,87%.

Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi salah satu penyebab ambrolnya bursa saham di seluruh dunia.


Untuk perdagangan hari ini, Kamis (9/5/2019) sejumlah sekuritas memiliki pertimbangan sentimennya masing-masing. Rekomendasi sahamnya juga beragam dan layak disimak, sebagai berikut:

1. MNC Sekuritas - IHSG Menguji Level 6.300
IHSG sudah mulai terbatas untuk membentuk skenario alternatif wave ii (merah), apabila IHSG mampu menguat dan menebus level 6.300 maka potensi IHSG untuk menuju 6.400 cukup besar. Namun apabila IHSG terkoreksi lebih dari 6.207 maka akan mengkonfirmasi skenario utama ke level 6.150. IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran batas bawah (support) 6.210 - 6.170 dan batas atas
(resistance) 6.300 - 6.400.

Saham pilihan:

TLKM
ADHI
BDMN
SMGR


2. Indosurya Sekuritas - Konsolidasi Wajar IHSG
Pola pergerakan IHSG saat ini masih terlihat berada dalam fase konsolidasi wajar, sedangkan peluang kenaikan IHSG hingga saat ini masih cukup besar hal ini ditunjang oleh terus tercatatnya capital inflow secara year to date yang cukup signifikan mengalir ke pasar modal Indonesia serta stabilnya fundamental perekonomian, yang tentunya turut memperlihatkan daya tarik bagi investor dalam maupun luar negri untuk dapat terus berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia. Hari ini IHSG berpotensi naik. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak menguat pada kisaran 6.198 - 6.336.

Saham pilihan:

SRIL
WIKA
ICBP
ASRI

3, Panin Sekuritas - IHSG Menguat Terbatas
IHSG pada perdagangan kemarin memang gagal menguat, tetapi ada kabar baiknya IHSG berhasil bertahan di atas support 6.250 di tengah sentimen negatif luar dan dalam negeri. Tersisa 2 hari menuju akhir pekan, IHSG masih memiliki peluang menguat terbatas. Hari ini IHSG berpotensi menguat pada kisaran 6.250 - 6.300.

Saham pilihan:

BBCA
ISSP
MBSS
ULTJ

4. Binaartha Sekuritas - IHSG Berpotensi Rebound
IHSG ditutup melemah 0,43% di level 6.270,20 pada 8 Mei 2019. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.244,08 hingga 6.217,96. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range level 6.283,60 hingga 6.297,00.

Berdasarkan indikator, MACD masih berada di area negatif. Namun demikian, terlihat bahwa Stochastic dan RSI berada di area oversold atau area jenuh jual. Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi rebound pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Saham pilihan:

AALI
BMRI
ITMG
PTBA


Equityworld Futures


Saham Asia Diperdagangkan Beragam, Saham Australia Menguat Jelang RBA | Equityworld Futures

5. Mega Capital
Pelemahan IHSG seiring dengan bursa regional akibat memburuknya hubungan dagang AS dan China serta rilis data neraca dagang China yang mencatatkan surplus USD 13.84 miliar di April, dibawah ekspektasi.

Wall Street dini hari tadi ditutup bervariasi dengan indeks S&P turun -0.16%, Nasdaq turun -0.26%. Namun indeks DJIA naik tipis +0.01% akibat kecemasan perang dagang.

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif baru terhadap produk asal China. Kementerian perdagangan China kemudian mengatakan akan mengambil tindakan balasan jika pemerintah AS menindaklanjuti langkah tersebut.

Pagi ini bursa regional dibuka melemah, IHSG fluktuatif menguat terbatas:

Saham pilihan:

SSIA
PTBA
CTRA
SMRA
ASII